UINSA Siap Menjadi Pusat Tes Bahasa Arab Standar Internasional

Hasil gambar untuk gambar UinsaSurabaya (beritajatim.com) – Seiring dengan adanya tes bahasa Arab berstandar internasional atau Center Of Excellence in Teaching and Testing of Arabic (CETTA).

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya ditunjuk Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama (Kemenag) RI agar siap menjadi pusat belajar dan tes bahasa Arab se Asia Tenggara.

“Adanya fasilitas yang memumpuni di pusat bahasa Arab Uinsa, dari pada mubadir, kami siap membackup dan mensuplai peserta dari para peraih beasiswa calon doctor yang mengikuti program 5.000 doktor yang luar negeri terutama di Timur Tengah itu bisa belajar bahasa Arab dulu di sini,” kata Direktur Diktis Kemenag RI, Amsal Bahtiar, usai Seminar Internasional Bahasa Arab, ‘Ta’lim Lughah Al-Arabiyah; Tahtwirat wal Ibda’at di Ruang Theater Gedung Twin Tower Uinsa, Kamis (22/9/2016).

Untuk itu, Diktis menjalin kerjasama dengan pusat bahasa Arab Uinsa. Dari kerjasama itu, Diktis akan mensuplai peserta pembelajaran bahasa Arab. Selanjutnya, peserta yang harus kuliah disini yaitu para pengajar atau guru bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawihan dan Madrasah Aliyah  untuk meningkatkan standar kompetensi yang tinggi.

“Sekarang ada UKG (Uji Kompetensi Guru). Guru guru kita komptensinya masih rendah, rata rata 5,5, standarnya itu 7 untuk guru basahasa Arab, masak guru bahasa Arab tidak bisa bahasa Arab kan itu wajib,” katanya.

Para dosen, tambahnya. ada sekitar 1.000 dosen bahasa Arab yang dituntut bisa mahir dan hebat juga bisa uji kompetensi di UINSA. “Nah yang 1.000 ini kita traning untuk memiliki standar yang sama,” tambahnya.

Selain para peserta yang akan disuplai ke UINSA oleh Diktis Kemenag RI. Ia mengungkapkan. Para masyarakat umum yang akan bekerja ke negara Timur Tengah dan ingin mendapatkan predikat tenaga kerja Indonesia yang professional juga bisa belajar di UINSA. “Rata rata mereka lebih pintar berbahasa Inggris namun bahasa Arabnya tidak. Seharusnya, mereka yang bekerja di Timur Tengah itu lebih menguasai bahasa Arab juga dan bisa dilakukan di sini,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur CETTA, Dr Abdul Kadir Riyadi menjelaskan ada beberapa program yang dijalankan di antaranya pengajaran bahasa Arab modern, tes online kemampuan bahasa Arab, penerjemahan, dan kerjasama penelitian. Untuk pengajaran Bahasa Arab, menggunakan standar American Council of Foreign Language (ACTFL). Adapun tes Bahasa Arab juga sesuai dengan standar CEFR atau Common European Framework of Reference for Languanges: Learning, Teaching, Assesment.

“Masyarakat Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Thailand, Vietnam dan Negara di Asia Tenggara akan melakukan tes bahasa Arab disini. Sebab ini adalah satu satunya tes bahasa Arab berstandar Internasional di Asia Tenggara,” katanya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa CETTA yang berpusat di Leipzig University Jerman ini sudah diakui tak kurang dari 170 negara di dunia.

Prof Dr Eckehard Schulz  yang merupakan Director Of Oriental Institute Leipziq University, German memaparkan tentang tes bahasa Arab berbasis online, dengan adanya tes tersebut akan mempermudah para peserta untuk mendapatkan sertifikasi. Dari aplikasi itu juga para peserta akan bisa langsung mengetahui skor mereka. Namun tetap saja penilaiannya cukup professional.

“Ada beberapa jenis pertanyaan dalam tes, dan semua sudah bisa diketahui jawaban serta skor tes begitu selesai,” katanya. (ito/ted)

Sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s