Didik Calon Guru Madrasah, USAID-UINSA Kerjasama Terapkan Metode Perkuliahan Kreatif

Didik Calon Guru Madrasah, USAID-UINSA Kerjasama Terapkan Metode Perkuliahan Kreatif

Surabaya (beritajatim.com) — Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya  bersama United States Agency for International Development (USAID) jalin kerjasama untuk pendampingan pelatihan tehadap metode perkuliahan kreatif, inovatif, guna melahirkan calon guru yang profesional dan berkualitas.

Rektor UINSA, Prof Abd A’la saat menerima kunjungan USAID di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Jumat (7/10/2016). Menjelaskan, kerjasama ini untuk membantu para dosen dalam meningkatkan kualitas perkuliahan mereka untuk mempersiapkan calon guru profesional.

“Metode belajar yang diterapkan berorientasi pada keaktifan siswa untuk terlibat dan berperan lebih banyak dalam memahami materi mata pelajaran. Dengan ini, kami optimis bahwa pendekatan perkuliahan yang kreatif, inovatif, dan lebih mengedepankan praktiknya bisa memenuhi pendidikan yang berkualitas dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di universitas ini,” jelas Prof Abd A’la.

Ia mengungkapkan, dalam kerjasama ini di jadwalkan akan melatih dan mendampingi 10 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang bermitra dengan UINSA yang saat ini di sekolah-sekolah itu sudah digunakan para mahasiswanya untuk praktik mengajar.

“Lebih dari 90 guru dan kepala madrasah mitra UINSA telah dilatih dalam menerapkan pembelajaran aktif. Nantinya dalam manajemen ini berbasis sekolah dan mengembangkan program budaya baca,” ungkap Prof Abd A’la.

Semenara itu, Direktur Perencanaan Strategis dan Operasi USAID Biro Asia, Jeff Cohen mengatakan melalui program PRIORITAS (Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students) sejak tahun 2014 telah bekerja sama untuk meningkatkan kualitas perkuliahan calon guru dan pelatihan guru melalui program yang berbasis praktik.

“Saya melihat perkuliahan bagi mahasiswa calon guru di UINSA memperlihatkan model yang baik bagi mahasiswa dalam melaksanakan pembelajaran aktif. Para mahasiswa tampak terbiasa melakukan kegiatan praktis dan pemecahan masalah, dan universitas ini juga mengembangkan program untuk meningkatkan pengajaran membaca di sekolah-sekolah,” kata Jeff Cohen.

Menurutnya, apabila model kuliah aktif secara konsisten dilaksanakan, UINSA berada di jalur yang benar untuk mempersiapkan guru berkualitas dunia. Karena, mahasiswa calon guru akan lebih siap untuk menerapkan pembelajaran aktif dan mengoptimalkan potensi siswa.

“Sejak bermitra dengan UINSA, kami telah melatih lebih dari 50 dosen dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) untuk menerapkan madrasah mitra UINSA dan telah menjadi tempat praktik mengajar. Selain itu, beberapa dosen UINSA juga ambil bagian dalam kegiatan penelitian dua bulan pada Januari-Februari untuk belajar pengembangan prigram praktik mengajar bagi mahasiswa calon guru di Michigan State University (MSU) di Amerika,” tandas Jeff Cohen. (ito/ted)

Sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s