Resmikan Twins Tower Rp 375 M, Calon Mahasiswa UINSA Bertambah

Resmikan Twins Tower Rp 375 M, Calon Mahasiswa UINSA Bertambah

Surabaya (beritajatim.com) Tak hanya perubahan nama dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, kampus yang berada di jalan Jend. A. Yani No.117, Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya ini juga membanghun sarana dan prasana seperti gedung Twins Tower dan telah diresmikan Selasa (26/4/2016).

Rektor UINSA, Prof Abdul A’la mengatakan jika beridirinya bangunan twin tower dan empat bangunan lainnya yang berkonsep ala timur tengah ini juga menambah minat calon mahasiswa baru yang akan mendaftar dan mengikuti proses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

“Pembangunannya awalnya hanya ntuk pengembangan sarana pendidikan mahasiswa saja. Namun, setelah gedungnya jadi bahkan kuota SNMPTN yang daftar kemarin membeludak dan membuat jumlah kuota mahasiswa dan fakultas di kampus juga bertambah, namun itu tetap dibatasai oleh kuota ya. Dalam artian kalau sarana dan prasarana lengkap, mahasiswa akan semangat belajarnya,” ungkap A’la.

Di sela peresmian Twins tower dengan didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pasar Modal dan Keuangan Islamic Development Bank (IDB) Group, Isa Rachmatawarta dan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Selasa (26/4/2016).

Pada tahun 2016 ini, UINSA memiliki tujuh gedung baru yang ornamennya berbeda dengan gedung-gedung khas kampus lainnya. Dan dari pembangunan gedung ini, anggaran yang digelontor dari Islamic Development Bank (IDB) Saudi Arabia mencapai 929 miliar.

Manager Proyek Pembangunan, Ahmad Zaini mengatakan rencana pembangunan gedung baru di UINSA itu sudah dilaksanakan sejak tahun 2010 sebelum IAIN resmi menjadi UINSA. “Kalau untuk twin towers saja itu sekitar Rp 375 miliar. Tapi, kami langsung membangun tujuh gedung baru dan perbaikan lainnya dengan anggaran 43 Juta USD atau sekitar Rp 645 Miliar,” ujar Zaini.

Tujuh gedung yang dibangun itu terdiri dari gedung Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah, Labotarium, Sport Center, Twin Towers yang terdiri dari tiga gedung. Gedung utama di sebelah kanan yang dihubungkan oleh gedung tengah dan kemudian gedung sebelah kiri.

Nama Twins towers itu juga muncul karena sebenarnya geduangnya ada dua namun dihubungkan oleh gedung tengah yang merupakan lantai tiga dan empat.

Karena pembiayaan bangunan dari IDB, maka konsep bangunan pun dimiripkan dengan bangunan Timur Tengah. Namun, lebih dari itu. Zaini juga menyatakan kalau sebenarnya khusus bangunan twins towers itu memiliki makna menggabungkan ilmu pengetahuan agama dengan ilmu pengetahuan teknologi.

“Sedangkan, dari ornamen yang ada di dinding gedung adalah tulisan 99 asma’ul husma atau nama baik Allah. Untuk desain paltfon dan konsep atap itu ada arabnya dan juga Jawa Timuran. Pastinya dalam bangunan ini semua konsep masuk,” jelas dia.

Lantai gedungnya juga ada sembilan yang menyimbolkan wali sembilan di Jawa. Saat ini, gedung itu sudah dimanfaatkan untuk tempat rektorat, rapat, humas dan juga urusan BAK.

Disinggung anggaran tersebut adalah hasil hutang, Zaini mengiyakan. “Tapi saya tegaskan yang hutang bukan UINSA, tapi antara kemenkeu dan pemerintahan arab saudi dengan bunga ringan. Yang jelas kami hanya ketempatan saja,” jelas dia.

Dengan demikian, tidak ada tambahan penarikan anggaran dari mahasiswa. “Kami tidak menggunakan UKT mahasiswa untuk pengembangan bangunan ini. Murni dari IDB yang dibiayai pemerintah,” tandas dia. [ito/kun]

Sumber

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s