Bahaya Laten Pasca-Komunisme

Liputan6.com, Jakarta – Bahaya laten Komunis? Itu dulu. Sekarang Indonesia menghadapi bahaya laten Islamis. Kaum komunis beserta ideologi komunisme di Indonesia sudah menjadi “hantu kuburan” yang sulit dan mustahil bangkit lagi. Bukan hanya di Indonesia, di berbagai belahan dunia, komunisme juga semakin menjadi “barang rongsokan” yang sepi peminat dan miskin pengikut. Mungkin hanya Korea Utara yang masih “bernostalgia” dengan komunisme.

Selebihnya, tidak ada negara dan masyarakat yang melirik dengan komunisme. Kuba sudah kapok menjadi rezim komunis yang terisolir, yang hanya mengakibatkan keterpurukan warga. Republik Rakyat China (PRC) kini sudah menjelma menjadi “negara gado-gado”: setengah komunis, setengah kapitalis.

Sementara Uni Soviet (USSR) sebagai “kampiun dan produser komunisme” sudah menjadi “mendiang” dan hancur berkeping-keping sejak akhir 1980-an, pecah menjadi puluhan negara kecil. Rusia, sebagai pewaris almarhum Soviet, sudah menjadi negara multi-partai. Partai Komunis tidak lagi dominan dan hegemonik.

Rusia kini berbentuk negara federasi dan republik semi-presidensial. Rusia bukanlah Soviet yang bertumpu pada komunisme, tetapi sudah berubah menjadi negara kapitalis yang bertumpu pada kekuataan pasar. Pula, Rusia dewasa ini adalah sebuah “negara agamis”┬ádi mana Kristen Ortodoks Rusia menjadi pilar utamanya.

Continue reading

Advertisements