Rumah Bersama Bernama Pancasila

https://i2.wp.com/www.jawapos.com/uploads/news/2017/06/01/rumah-bersama-bernama-pancasila_m_134234.jpeg

KETEGANGAN dan polarisasi yang dipicu oleh proses politik elektoral memang mencemaskan. Betapa tidak. Karena perbedaan pandangan dan posisi politik, satu sama yang lain saling serang secara membabi-buta. Yang satu menuduh kafir, yang lain menuding garis keras. Yang satu teriak anti-asing, yang satu lagi mendamprat anti kebinekaan. Tidak heran jika sampai ada hubungan silaturahmi yang retak gara-gara itu.

Perbedaan pandangan dan sikap politik sebenarnya hal jamak dalam kehidupan demokrasi. Jika mau ditelaah lagi, ketegangan dan polarisasi yang terjadi pada masa silam bahkan jauh lebih kuat dan keras. Dulu ketegangan dan polarisasi itu bahkan dipicu oleh sesuatu yang mendasar: konflik ideologi. Pada masa ketika para pendiri bangsa masih mencari-cari bentuk kebangsaan dan kenegaraan, konflik ideologi itu tampak lebih sulit didamaikan, bahkan walau tidak sedang terjadi proses politik elektoral sekali pun.

Justru karena konflik ideologi yang mengeras itulah kita akhirnya ’’menemukan’’ Pancasila.